Pengumpan:
Tulisan
Komentar

ANALISIS KRITIS
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
KABUPATEN BATANG
TAHUN ANGGARAN 2012

Pergantian tampuk kepemimpinan daerah di Kabupaten Batang telah berlangsung pada 13 Februari 2012 yang lalu. Di bawah kepemimpinan Yoyok Riyo Sudibyo sebagai bupati dan Soetadi sebagai wakil bupati, genderang perubahan telah ditabuh. Dengan visi “Batang harus berubah, ekonomi bangkit dan birokrasi bersih”, berbagai gebrakan telah dilakukan oleh Yoyok pada masa 100 hari kepemimpinannya.

Harus diakui, ada secercah harapan baru di pundak kedua pemimpin tersebut meskipun tentu saja masih terlalu dini untuk menilai berhasil atau tidaknya gebrakan yang mereka lakukan. Bahkan, tidak sedikit pula yang menyangsikan gebrakan yang dilakukan hanyalah pencitraan belaka.

Untuk menilai keberpihakan pemerintahan baru ini terhadap rakyat dan mengukur konsistensi mereka terhadap visi dan misi yang telah mereka canangkan sendiri sejak mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati, dapat dilihat dari angka-angka yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Walaupun kita mengetahui dan menyadari bahwa APBD Batang Tahun 2012 telah diputuskan dan merupakan “warisan” dari pemerintahan sebelumnya, kita memandang bahwa tetaplah penting untuk menganalisis secara kritis isi dokumen APBD Batang Tahun 2012 sebagai bahan pijakan untuk menilai keberpihakan dan konsistensi pemerintahan saat ini di masa-masa yang akan datang.

Lanjut Baca »


Kekhawatiran sejumlah kalangan – mulai dari Wakil Bupati Batang, Drs. Achfa Mahfudz hingga aktivis lingkungan hidup – atas dampak negatif pembangunan PLTU Batang sebagaimana dilansir oleh harian ini (SM, 13/8) patut menjadi bahan renungan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) proyek PLTU tersebut.

Kekhawatiran mereka cukup beralasan mengingat PLTU yang akan dibangun di Batang ini diklaim akan menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara dengan kapasitas produksi listrik sebesar 2 x 1000 megawatt. Sementara, PLTU di daerah lain dengan kapasitas yang lebih kecil saja telah menimbulkan keresahan bagi warga sekitarnya.

Lanjut Baca »


Awalnya saya tidak terlalu memerhatikan perubahan-perubahan yang terjadi pada rambu-rambu lalu lintas di Batang. Khususnya, perubahan rambu-rambu di sekitar lampu lalu lintas (traffic light) yaitu :

1. Awalnya, KIRI JALAN TERUS
2. Kemudian berubah, KE KIRI JALAN TERUS
3. Sekarang ini, BELOK KIRI TERUS JALAN

Manakah yang paling tepat? Yang jelas, bentuk pertama sangat dihindari karena itu merupakan slogan yang populer di kalangan aktivis mahasiswa beraliran kiri. Hehehehe.


Jalan menapak lalu menanjak
Penuh duri bak kapak
Mengoyak tapak tinggalkan jejak

Kanan kiri taman surgawi
Menentramkan diri dan hati
Meyakinkan akan pasti
Kutemui

Tiba-tiba semua membayang
Lenyap menghilang
Pada puncak rinduku
Kubertemu angin

301203:Kebumen Tersono:Kumenunggu Kamu


Seorang teman beberapa hari yang lalu meminta pendapat saya tentang penggunaan kata yang lebih tepat antara PELEPASAN atau PENGLEPASAN untuk kegiatan melepas siswa kelas XII di sekolahnya. Sementara itu, di sekolah penulis sendiri – entah bagaimana awalnya – lebih senang menggunakan kata INAUGURASI untuk acara sejenis. Manakah yang lebih tepat?

Di sini saya akan mencoba untuk memaparkan makna dari masing-masing kata tersebut berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

PELEPASAN

Lema ‘pelepasan’ dalam KBBI memiliki setidaknya 3 makna yaitu :

1. proses, cara, perbuatan (hal dsb) melepas (kan)

2. pemecatan (dari tugas)

3. dubur ; anus

PENGLEPASAN

Sedangkan bentuk PENGLEPASAN dalam bahasa Indonesia tidak dikenal karena menyalahi kaidah pembentukan kata. Kata dasar berawalan huruf L apabila mendapatkan imbuhan peN-an tidak perlu berubah nasal/sengau dengan konsonan /ng/. Hal yang sama terjadi pada kata PELARIAN bukan PENGLARIAN, PELEBURAN bukan PENGLEBURAN.

PERPISAHAN

Sedangkan lema ‘perpisahan’ dalam KBBI bermakna 1) perceraian dan 2) hal berpisah. Dalam KBBI bahkan diberikan contoh kalimat penggunaan kata tersebut yaitu  “Ia tampil ke depan dan mengucapkan kata sambutan pada acara perpisahan dengan teman-temannya.”

INAUGURASI

Kata inaugurasi merupakan bentuk serapan dari bahasa Inggris ‘inauguration’ yang bermakna :

1. pelantikan

2. pembukaan

Kata ‘inauguration’ diserap menjadi INAUGURASI bukan INAGURASI. Kata ini memiliki makna :

1. peresmian suatu jabatan atau kedudukan

2. pembukaan resmi (gedung dsb)

3. perkenalan resmi (mahasiswa baru).

Setelah paparan saya, saya menyarankan teman saya tersebut untuk menggunakan kata PERPISAHAN saja. Bagaimana dengan Anda ?????


A. Pendahuluan : Tokoh Pendidikan yang Terlupakan

Nama KH. A. Wahid Hasyim (selanjutnya disingkat AWH) mungkin tidaklah setenar Soekarno, Moh. Hatta, Sutan Syahrir, ataupun Muh. Yamin. Namun, sumbangsihnya dalam membangun pondasi bangsa dan negara Indonesia tidaklah kalah dengan mereka. Kiprahnya dalam BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan juga Panitia Sembilan BPUPKI menjadi salah satu bukti jasa AWH bagi bangsa Indonesia.

Terlahir pada 1 Juni 1914 sebagai putra seorang ulama besar Indonesia, K.H. Hasyim Asy’ari, AWH sepertinya memang ditakdirkan untuk menjadi ‘the rising star’ pada masanya. AWH berhasil menorehkan berbagai prestasi gemilang di usianya yang relatih masih sangat muda.

AWH kecil dikenal cerdas dan kreatif. Pada usia 5 tahun, dia telah mulai belajar membaca Al Qur’an. Menginjak usia ke-12, AWH telah menamatkan studinya di Madrasah Salafiyah Tebuireng dan telah mempelajari beberapa kitab kuning pada ayahnya sendiri. Lanjut Baca »


Jauh sebelum dikenal bahasa gaul ala Debby Sahertian di awal tahun 2000-an atau bahasa Alay sekarang ini, masyarakat Batang sudah memiliki bahasa pergaulan yang digunakan oleh kalangan anak muda di Batang sejak dulu. Bahasa gaul tersebut dikenal dengan nama bahasa Sinjab.

Sinjab dalam khazanah ilmu linguistik bisa digolongkan sebagai ragam bahasa prokem yaitu sejenis bahasa sandi yang digunakan oleh kalangan tertentu, khususnya anak muda. Kosakata bahasa Sinjab sendiri diambil dari kosakata bahasa Jawa yang digunakan oleh masyarakat Batang.

Tidak ada yang mengetahui secara persis asal-mula perkembangan bahasa Sinjab di Batang. Ada yang mengatakan bahwa pada awalnya Sinjaban digunakan sebagai sarana komunikasi rahasia di antara para pejuang sewaktu perang kemerdekaan untuk mengelabui tentara penjajah. Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.