jump to navigation

Mengejar Prestise atau Prestasi? Februari 2, 2010

Posted by hakimbao in Opini.
Tags: , , , ,
add a comment

MULAI   tahun 2009 ini, Pemkab Batang akan membangun GOR indoor. Kabarnya akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 65 miliar. Pendanaan proyek mercusuar tersebut sebagian besar bersumber dari APBD II.

Di samping itu tentu saja bantuan dari APBD I dan APBN. Megaproyek direncanakan selesai dan mulai dapat digunakan pada tahun 2011 nanti.

(lagi…)

Quo Vadis Fungsi TRB Kramat Februari 2, 2010

Posted by hakimbao in Opini.
Tags: , , , ,
add a comment

Di era tahun 1990-an Taman Hiburan Rakyat (THR) Kramat merupakan objek wisata favorit masyarakat Batang. Bahkan pada saat itu bisa dikatakan THR Kramat menjadi satu-satunya objek wisata yang berlokasi di dalam Kota Batang. Pantai Sigandu yang sekarang sudah berubah menjadi kawasan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, pada masa itu masih dipenuhi semak-belukar dan sulit diakses.

Namun seiring dengan perubahan zaman THR Kramat ditinggalkan oleh masyarakat. Akibatnya, banyak fasilitas di THR Kramat seperti kolam air, panggung terbuka, dan permainan anak menjadi terbengkalai. Bahkan citra negatif pun melekat pada THR Kramat sebagai tempat mesum.

(lagi…)

Bib Ali November 8, 2008

Posted by hakimbao in Karya Sastra.
Tags: ,
add a comment

Di kota kecil yang menyimpan banyak kenangan sepanjang tarikan napasku ini tinggallah seorang ulama yang cukup disegani dan menjadi tempat meminta nasihat orang-orang yang tengah dirundung berbagai persoalan hidup. Namanya Habib Ali bin Yahya bin Ahmad Al Athas. Namun, orang-orang lebih sering memanggilnya dengan Bib Ali saja. Habib adalah panggilan untuk seorang ulama yang mempunyai garis keturunan menyambung dengan Nabi Muhammad. (lagi…)

Laut November 8, 2008

Posted by hakimbao in Karya Sastra.
Tags: , , , ,
add a comment

Yang dilihatnya hanyalah gelombang yang menepi di hamparan pasir yang kemudian menghanyutkan lamunannya ke sebuah peristiwa 39 tahun silam ………..

***

Oktober 1965

(lagi…)

TERMINAL November 8, 2008

Posted by hakimbao in Karya Sastra.
Tags: ,
add a comment

Bus yang membawaku dari kota kelahiran menuju Jakarta terasa melambat ketika memasuki terminal Tegal. Matahari bersinar garang membuat kabin bus yang berisi penuh penumpang ke berbagai tujuan terasa seperti oven. Ditambah lagi dengan bau keringat para penumpang semakin membuatku ingin segera tiba di Jakarta. Namun, perjalanan masih separuh lagi. “Sabar” kataku dalam hati, mencoba untuk menentramkan diriku sendiri, “Toh ini bukan perjalananku yang pertama ke Jakarta”. Ya memang benar, ini bukan pertama kali aku ke Jakarta. (lagi…)

Lelaki Tua di Sudut Sekolah November 8, 2008

Posted by hakimbao in Karya Sastra.
Tags: , , , ,
add a comment

Saat aku mendapat kabar dari kepala sekolahku bahwa permohonan mutasiku dikabulkan, perasaanku seperti seorang musafir yang menemukan sebuah oasis di tengah padang pasir yang luas setelah berhari-hari tidak merasakan kesegaran setetes air. Keinginanku selama ini untuk menghabiskan lima tahun sisa masa kerjaku di kampung halamanku sendiri akhirnya menjadi kenyataan. Awalnya, istri dan anak-anakku keberatan dengan keputusanku untuk kembali ke kota kelahiranku. Alasan mereka sederhana karena kehidupan kami di kota ini sudah cukup nyaman. “Mau apa lagi?” kata istriku. “Kalau Mas kangen dengan keluarga toh setiap Lebaran kita selalu mudik ke sana.” Tetapi keputusanku sudah bulat. (lagi…)

Senandung Lirih Sebuah Doa November 8, 2008

Posted by hakimbao in Karya Sastra.
Tags: , , , ,
add a comment

Kiai Karim terdiam setelah mendengar cerita orang-orang yang datang ke rumahnya malam itu. Sebagai orang yang dituakan, dia selalu menjadi rujukan untuk dimintai pendapat jika ada suatu persoalan di desanya. Sebenarnya, ulama yang bernama lengkap Abdullah Karim ini, belumlah terlalu tua. Hanya saja, posisinya sebagai kiai menjadikan orang-orang menaruh hormat kepadanya. “Bagaimana, Kiai, pendapatnya?” tanya seorang tamunya menyadarkan Kiai Karim dari lamunan. “Masalah ini harus segera diambil keputusan karena waktu pelaksanaan khauli massal tinggal beberapa hari lagi, Kiai” kata seseorang yang lain. “Aku tahu. Tapi aku tidak bisa memutuskan sesuatu, apalagi menyangkut masalah pelik seperti ini, secara tergesa-gesa,” jawab Kiai Karim dengan tenang. “Beri aku waktu barang tiga hari untuk memutuskan masalah tersebut” lanjut Kiai Karim. (lagi…)

Pulanglah Sri November 8, 2008

Posted by hakimbao in Karya Sastra.
Tags: , ,
add a comment

Bagi Sri, kebahagiaan Emak adalah segalanya. Setelah ditinggal mati Bapak pada saat usianya sepuluh tahun, Sri tahu bahwa dirinyalah harapan pertama bagi Emak untuk mereguk sedikit kenikmatan hidup dalam sisa-sisa umurnya. Adik laki-lakinya masih terlalu kecil untuk dijadikan sandaran hidup keluarga mereka. Makanya Sri tidak membantah ketika Emak melarangnya melanjutkan sekolah ke SMP yang ada di desa tetangga. Bukannya Emak tidak ingin melihat Sri bisa bersekolah setinggi-tingginya tapi sudah tidak ada lagi yang tersisa yang bisa dijual untuk membiayai sekolah Sri dan adiknya termasuk sepetak sawah peninggalan suaminya pun sudah ikut terjual. (lagi…)

Pertemuan November 8, 2008

Posted by hakimbao in Karya Sastra.
Tags: , , , ,
add a comment

“Jeng Wid, di luar banyak orang yang tidak dikenal lho!” kata Bu Sri “Kelihatannya maksud mereka tidak baik. Saya khawatir, Jeng!”. Orang yang dipanggil Jeng Wid itu tidak bereaksi apa-apa. Dia hanya melirik jam tangannya. “Masih ada waktu satu jam untuk siap-siap” pikirnya dalam hatinya. “Bu Sri, tolong hubungi lagi Komnas Perempuan” perintahnya. “Pastikan siapa yang bisa hadir di sini.” Yang diperintah, segera mengambil ponselnya. Tidak lama kemudian, “Dari Komnas nanti yang hadir Mbak Ruth. Sekarang masih dalam perjalanan ke sini.” terang Bu Sri menyampaikan laporan. Jeng Wid kemudian berlalu menuju pintu depan gedung pertemuan yang tidak terlalu besar itu. (lagi…)

Efektivitas Metode RIA? November 8, 2008

Posted by hakimbao in Opini.
Tags: , , ,
add a comment

Tiga seri tulisan tentang metode RIA (Regulatory Impact Assessment) yang dimuat di harian ini dalam tiga hari berturut-turut (SM,16-19/4) patut mendapatkan apresiasi. Tiga tulisan yang ditulis orang-orang yang berasal dari lembaga yang sama yaitu Daya Prosumen Mandiri ini mendeskripsikan desain program evaluasi regulasi pemerintah dengan menggunakan metode RIA. Program Pemkot Semarang ini dirancang untuk menganalisis apakah regulasi yang ada sudah dirumuskan secara maksimal dengan melibatkan para stakeholder (pemangku kepentingan). (lagi…)