Pagi yang cerah matahari tampak bersinar dengan indah. Warnanya yang keemasan terlihat begitu megah. Inilah hari yang penuh dengan barokah. Ketika sebuah angkutan umum berhenti di seberang Alun-alun Batang, seorang anak perempuan turun dari angkutan tersebut dan berlari-lari keci menyeberangi jalan raya. Jilbab lebarnya berkibar ditiup angin. Ia tetap berjalan kemudian belok dan masuk ke [...]
Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘cerpen’
Jiwa-Jiwa yang Kembali
Diposkan dalam Karya Siswa, Label cerpen, islami pada 6 Januari 2011 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Aku Muhammad, Bukan Emek
Diposkan dalam Karya Siswa, Label cerpen, islami pada 6 Januari 2011 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Langit masih sendu. Dengan warna buram di wajahnya. Sebaliknya permukaan-permukaan bumi bertingkah riang. Membasahi diri dengan kristal-kristal air. Di atas permukaannya, seluruh makhluk mulai merangkak. Dan seakan-akan mereka menyambut kelahiran sang surya entah untuk yang ke berapa kalinya. Di sebuah desa yang tenang. Desa yang masih bisa menjaga dirinya dari asap-asap hitam. Desa yang dibatasi [...]
Bib Ali
Diposkan dalam Prosa, Label cerpen, islami pada 8 November 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Di kota kecil yang menyimpan banyak kenangan sepanjang tarikan napasku ini tinggallah seorang ulama yang cukup disegani dan menjadi tempat meminta nasihat orang-orang yang tengah dirundung berbagai persoalan hidup. Namanya Habib Ali bin Yahya bin Ahmad Al Athas. Namun, orang-orang lebih sering memanggilnya dengan Bib Ali saja. Habib adalah panggilan untuk seorang ulama yang mempunyai [...]
Laut
Diposkan dalam Prosa, Label cerpen, G30S, Gestok, PKI, rekonsiliasi pada 8 November 2008 | 2 Komentar »
Yang dilihatnya hanyalah gelombang yang menepi di hamparan pasir yang kemudian menghanyutkan lamunannya ke sebuah peristiwa 39 tahun silam ……….. *** Oktober 1965
TERMINAL
Diposkan dalam Prosa, Label cari kerja, cerpen pada 8 November 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Bus yang membawaku dari kota kelahiran menuju Jakarta terasa melambat ketika memasuki terminal Tegal. Matahari bersinar garang membuat kabin bus yang berisi penuh penumpang ke berbagai tujuan terasa seperti oven. Ditambah lagi dengan bau keringat para penumpang semakin membuatku ingin segera tiba di Jakarta. Namun, perjalanan masih separuh lagi. “Sabar” kataku dalam hati, mencoba untuk [...]