Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2010


Tak terasa malam ini adalah malam terakhir Ramadhan 1431 H. Frasa  “tak terasa” bisa dimaknai dengan dua hal. Pertama, waktu terasa cepat berlalu karena kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga ketika waktu yang disediakan habis kita merasa belum “puas”. Kedua, waktu terasa cepat berlalu karena kita justru tidak melakukan sesuatu yang berguna sehingga ketika waktu yang tersedia habis, kita merasa “gelo”.

Yang jelas, ada satu doa yang senantiasa kupanjatkan di setiap malam terakhir Ramadhan yaitu :

“Ya Allah, pertemukanlah kembali aku dengan Ramadhan-Mu tahun depan sebab seperti tahun-tahun sebelumnya, kembali kulewatkan ramadhan tahun ini dengan kesia-kesiaan.”

Ramadhan, kumerindukanmu tahun depan ………

Iklan

Read Full Post »


Semalam (mungkin) adalah malam Lailatul Qodar bagiku. Dua mantan muridku di SMP Islam Batang (Istinurmah/juara 2) dan SMA Islam A. Yani Batang (Nurul Huda/juara 3) pada lomba penulisan cerpen Islam yang diselenggarakan oleh Ikatan Pemuda Muhammadiyah Kab. Batang.

Apa sih yang bisa melebihi kebahagiaan seorang guru selain bisa menyaksikan murid-muridnya mampu meraih prestasi dan potensi puncaknya?

Tapi, kenapa ya aku kok belum bisa melakukan hal yang sama di tempat tugas yang baru? Semoga aja ini hanya masalah waktu ………….

Read Full Post »


Semalam aku berbelanja di sebuah minimarket bersama istri dan anakku. Setelah mengambil barang-barang yang kami butuhkan, kami pun mengantri di kasir. Wah lumayan panjang juga antriannya. Ternyata, banyak juga orang yang berbelanja untuk kebutuhan lebaran seperti kami.

Tepat di depan kami, seorang ibu dan anaknya sedang dihitung belanjaannya oleh si kasir Kulirik layar komputer kasir menunjukkan angka Rp. 167.000,-. “Wah belanja besar nih si ibu” pikirku. Lalu, si kasir bertanya pada si ibu apakah punya kartu member minimarket tersebut. Dan, sang anak menyerahkan kartu member minimarket itu yang berwarna kuning kepada kasir. Kemudian, si kasir memindai kartu member itu di barcode reader. Dan, si kasir pun menunggu si ibu membayar belanjaannya.

Tapi, setelah menunggu agak lama, si ibu tak kunjung mengeluarkan uang untuk membayar belanjaannya. Aku pun sudah mulai curiga. Lalu, si kasir berkata, “Maaf, bu, ibu mau bayar pake uang tunai atau ATM?”. Dan si ibu pun  dengan lugu menjawab, “Lha itu tadi kan sudah bayar pake ATM”.

Gubraakkkkkk ………………. ternyata si ibu mengira kartu member minimarket tersebut berfungsi layaknya sebuah kartu ATM.

Aduuuuhhhhhhhh …. kasian deh si ibu. Niatnya sih gaya tapi ternyata tetap aja keliatan katronya.

Read Full Post »


Hari ini H-7 menjelang Idul Fitri 1431 H.

Semua kebutuhan hidup sudah melambung tinggi harganya. Bagi sebagian orang hal itu masih bisa dikejar. Namun bagi sebagian besar yang lain, kondisi itu membuat stress.

Tadi pagi, istriku curhat bahwa tunjangan fungsionalnya entah akan dicairkan kapan. Katanya bisa saja baru cair setelah Lebaran nanti. Untunglah, saat ini, posisiku cukup membuat kami lebih terjamin dalam menghadapi Lebaran nanti.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana teman-teman guru swasta yang benar-benar menantikan cairnya tunjangan fungsional tersebut. Uang itu benar-benar telah ditunggu-tunggu sebagai semacam “THR” bagi mereka.

Seandainya uang itu tidak cair sebelum Lebaran ini, ………

Read Full Post »


Pengantar

Menuliskan perjalanan panjang kiprah Nahdlatul Ulama di Kabupaten Batang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Selain karena keterbatasan waktu, penulisan sejarah semacam ini memerlukan data yang valid serta banyak narasumber agar menghasilkan dokumentasi sejarah yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Namun karena kemendesakan waktu, tulisan sederhana tentang sejarah perkembangan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Batang ini harus segera diselesaikan agar bisa disajikan saat pelaksanaan Konfercab ke-15 NU Kabupaten Batang tahun 2008. Oleh sebab itu, tulisan ini sebaiknya tidak dipandang sebagai sebuah tulisan yang sudah selesai. Masih terbuka ruang bagi siapa pun untuk mengoreksi kekurangan dan kesalahan dalam tulisan sederhana ini.

(lebih…)

Read Full Post »


DALAM waktu dekat ini, DPRD Batang bersama dengan Pemkab Batang membahas Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Batang tentang Keuangan Desa. Raperda ini menjadi sangat penting untuk dicermati karena akan ada banyak perubahan signifikan dalam pengelolaan keuangan desa. Salah satu perubahan penting dalam raperda ini adalah mengenai sistem penggajian kepala desa (kades) dan perangkat desa.

Selama ini kades dan perangkat desa mendapatkan penghasilan dari hasil pengelolaan “bengkok” (tanah desa) yang menjadi haknya. Luas tanah bengkok masing-masing perangkat desa berbeda tergantung dari tinggi-rendahnya kedudukan seseorang dalam struktur pemerintahan desa. Luas dan kualitas tanah bengkok juga berbeda antara satu desa dengan desa yang lain.

(lebih…)

Read Full Post »


SETIAP malam Jumat Kliwon, Alun-alun Batang selalu dipadati oleh ribuan manusia. Masyarakat Batang dan sekitarnya tumpah-ruah di Alun-alun, sehingga tak jarang memacetkan arus lalu-lintas di jalur utama pantura. Tradisi yang dikenal dengan sebutan Kliwonan itu menjadi agenda rutin masyarakat Batang, dan tak pernah absen digelar setiap 35 hari sekali (selapanan).

Ratusan pedagang dari berbagai daerah menggelar aneka dagangannya, mulai dari pakaian, makanan, tanaman dan ikan hias, mainan anak, hingga barang pecah-belah. Praktis, sejak sore hingga tengah malam, Alun-alun Batang tak ubahnya pasar yang menyediakan hampir semua kebutuhan masyarakat.

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »