Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2010


Alfred Riedl adalah pelatih timnas sepakbola Indonesia. Dia kontrak sejak April 2010 untuk jangka waktu 2 tahun. Sebelumnya, dia pernah melatih timnas Palestina, Laos, dan Vietnam.
Mengawali kontrak kerjanya di PSSI, dia sudah melakukan gebrakan untuk menyusun timnas yang hebat. Riedl secara berani tidak memanggil beberapa pemain yang sudah terkenal seperti Boaz Salosa. Alih-alih memanggil pemain yang sudah punya nama, dia justru memanggil Oktovianus M dan juga Hamka Hamzah.
Sebagai pelatih, dia tidak silau dengan nama besar seorang pemain. Meskipun pada awalnya, keputusannya tersebut mendapatkan tentangan dari beberapa pihak. Tetapi dia bersikukuh dengan pilihannya tersebut.
Keberaniannya yang lain adalah saat dia dengan berani dan penuh risiko lebih memilih untuk membangkucadangkan Bambang Pamungkas untuk memberi kesempatan kepada Irfan Bachdim dan Christian Gonzales di lini depan.
Selain itu, Riedl secara total juga merombak gaya permainan timnas Indonesia yang selama ini cenderung pada permainan bertahan menjadi permainan sepakbola menyerang. Secara berani, dia juga mengatakan bahwa sepakbola Indonesia adalah sepakbola menyerang. Mana ada pelatih timnas Indonesia selama ini yang berani mengatakan hal tersebut?
Dalam situasi dan kondisi persepakbolaan Indonesia yang terpuruk, Alfred Riedl datang dengan ide-ide cemerlang dan terobosan-terobosan baru untuk membangkitkan kembali persepakbolaan Indonesia. Keberanian seorang Alfred Riedl ini seharusnya ditiru oleh para pemimpin negara ini untuk mengeluarkan Indonesia dari keterpurukannya selama ini.
Bangsa ini butuh pemimpin yang berani mengambil risiko tidak populer untuk melakukan perubahan yang pada awalnya pasti akan menimbulkan pro-kontra. Namun, seorang pemimpin yang baik adalah orang yang memiliki keyakinan tinggi terhadap setiap keputusan yang dipilihnya, apapun pendapat orang lain.

Ayo, jadikan kesuksesan timnas Indonesia menuju final Piala AFF 2010 ini sebagai momentum kebangkitan persepakbolaan Indonesia. Jadikan pula hal tersebut sebagai cermin bagi para pemimpin tentang cara mengelola bangsa ini agar segera bangkit dari keterpurukannya.

Bravo Indonesia!!!

(Arif RH : Senin, 20 Desember 2010)

Read Full Post »