Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2011


A. Pendahuluan : Tokoh Pendidikan yang Terlupakan

Nama KH. A. Wahid Hasyim (selanjutnya disingkat AWH) mungkin tidaklah setenar Soekarno, Moh. Hatta, Sutan Syahrir, ataupun Muh. Yamin. Namun, sumbangsihnya dalam membangun pondasi bangsa dan negara Indonesia tidaklah kalah dengan mereka. Kiprahnya dalam BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan juga Panitia Sembilan BPUPKI menjadi salah satu bukti jasa AWH bagi bangsa Indonesia.

Terlahir pada 1 Juni 1914 sebagai putra seorang ulama besar Indonesia, K.H. Hasyim Asy’ari, AWH sepertinya memang ditakdirkan untuk menjadi ‘the rising star’ pada masanya. AWH berhasil menorehkan berbagai prestasi gemilang di usianya yang relatih masih sangat muda.

AWH kecil dikenal cerdas dan kreatif. Pada usia 5 tahun, dia telah mulai belajar membaca Al Qur’an. Menginjak usia ke-12, AWH telah menamatkan studinya di Madrasah Salafiyah Tebuireng dan telah mempelajari beberapa kitab kuning pada ayahnya sendiri. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »


Jauh sebelum dikenal bahasa gaul ala Debby Sahertian di awal tahun 2000-an atau bahasa Alay sekarang ini, masyarakat Batang sudah memiliki bahasa pergaulan yang digunakan oleh kalangan anak muda di Batang sejak dulu. Bahasa gaul tersebut dikenal dengan nama bahasa Sinjab.

Sinjab dalam khazanah ilmu linguistik bisa digolongkan sebagai ragam bahasa prokem yaitu sejenis bahasa sandi yang digunakan oleh kalangan tertentu, khususnya anak muda. Kosakata bahasa Sinjab sendiri diambil dari kosakata bahasa Jawa yang digunakan oleh masyarakat Batang.

Tidak ada yang mengetahui secara persis asal-mula perkembangan bahasa Sinjab di Batang. Ada yang mengatakan bahwa pada awalnya Sinjaban digunakan sebagai sarana komunikasi rahasia di antara para pejuang sewaktu perang kemerdekaan untuk mengelabui tentara penjajah. (lebih…)

Read Full Post »