Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2018


Kemarin ada yang bertanya padaku, pernahkah menulis tentang megono? Aku jawab, belum pernah menulisnya namun menikmatinya hampir setiap hari. Baiklah, mumpung senggang, bolehlah kutulis sedikit tentang megono kali ini.
Aku tidak mau terjebak pada perdebatan apakah megono adalah kuliner khas mBatang atau Pekalongan. Yang jelas dan pasti, sejak aku kecil, megono sudah menjadi menu wajib sarapanku setiap hari. Artinya, megono sudah menjadi bagian kehidupanku dan mungkin juga orang mBatang lainnya sejak dulu.
Terbuat dari buah nangka muda (jawa: cecek) yang dirajang kecil-kecil kemudian dikukus lalu dibumbui dengan berbagai rempah dan diurap dengan parutan kelapa. Setahuku, yang membedakan megono mBatang dan Pekalongan adalah penambahan kecombrang pada megono Pekalongan.
Selain megono cecek (nangka), dikenal pula megono bung (rebung/bambu muda). Biasanya, megono bung hanya dibuat ketika tidak sedang musim buah nangka. Megono bung juga tidak kalah enak dibandingkan megono cecek.
Megono adalah menu rakyat yang menjadi khazanah kuliner nusantara yang harus kita jaga. So, #savemegono dengan tetap menjadikannya menu wajib sarapan kita setiap pagi.
(lebih…)

Read Full Post »