Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Artikel’ Category


Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Putut Aryo Saputro yang dilakukan di Kabupaten Batang.

Demokratiasi & Representasi Popular Studi-Kasus-Kabupaten-Batang (1)

Read Full Post »


Artikel ini dimuat di Jurnal Sastra Indonesia – UNNES (http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi)

Bahasa Sinjab Kota Batang – Jurnal Sastra Indonesia UNNES

Read Full Post »


By Ilham B. Saenong,

Program Director Transparency International Indonesia

Linida, as beautiful it may sound is not somebody’s name, nor a government project. It do resembles what a person needs and complements what government should do when it cannot do it the right way without citizen participation. It is a story of people engagement in negotiating their demands to shape development planning and improve public services in Batang district, Indonesia.

Considering most public services are provided by local government after decentralization, open government commitments considered by many will fail to reach the majority of citizens if only implemented at the national level. Then comes an opportunity to support the idea when the Government of Indonesia—was then the OGP chair—announced a mission to mainstream the OGP principles to the local during the OGP Summit in London October 2013. The idea has been tested in 3 pilot projects by the Open Government Indonesia (OGI) 2013 action plan with little avail on people participation. So we took over the idea and created our own local OGP initiative by promoting demand side of openness.

(lebih…)

Read Full Post »


Ketika diminta teman-teman Gusdurian Batang untuk menulis esai singkat tentang kesederhanaan Gus Dur yang terlintas pertama kali di benak saya adalah sebuah paradoks. Ya, Gus Dur adalah sebuah paradoks kesederhanaan dalam kompleksitas.

Memahami kesederhanaan Gus Dur berarti juga harus mau menyelami kompleksitas pemikiran, sikap, dan tindakan Gus Dur. Sebagai tokoh yang mewarisi darah biru keulamaan dari kakek dan ayahandanya, Gus Dur tidak hanya menampakkan wajah keislaman saja namun juga memancarkan spektrum kebangsaan dan kemanusiaannya secara luas.

(lebih…)

Read Full Post »


Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Batang akan menggelar Konferensi Cabang XVII pada tanggal 14 – 15 Juli 2018 nanti. Dalam rangka menyemarakkan pelaksanaan Konfercab tersebut, PCNU Batang menyelenggarakan serangkain kegiatan sebelumnya. Salah satunya adalah Festival Musik Bambu Nusantara yang dilaksanakan pada Sabtu, 23 Juni 2018 di Jalan Veteran Batang.

(lebih…)

Read Full Post »


Memasuki tahun kedua masa pemerintahan Wihaji – Suyono, Pemkab Batang terus berupaya menggenjot program pembangunan di berbagai sektor. Salah satu sektor yang nampaknya menjadi prioritas adalah sektor pariwisata. Pilihan ini sebenarnya sangat masuk akal mengingat Batang memiliki banyak potensi destinasi wisata terutama wisata alam karena wilayah Batang meliputi dataran rendah dengan garis pantai membentang dari ujung Barat hingga ujung Timur serta dataran tinggi dengan perbukitan dan kawasan hutan yang menyimpan keindahan yang belum banyak tergali.

(lebih…)

Read Full Post »


Eits, jangan terkecoh dengan judul. Baca dulu sampai kata terakhir statusku ini. Tenang saja, aku tidak akan mengatakan Batang Bubar 2030. Enggaklah. Right or Wrong, It’s My City.
Tapi mari kita sedikit berandai-andai dengan menggunakan mesin waktu untuk melihat Batang beberapa tahun ke depan.
Katakanlah satu tahun lagi tol Batang – Semarang sudah beroperasi. Tidak lama kemudian, PLTU Batang juga mulai beroperasi. Apa dampak bagi Batang dan masyarakatnya?
Jalan tol akan menggeser denyut nadi perekonomian Pantura dengan ratusan warung, rumah makan, dan lahan penghidupan masyarakat Batang lainnya.
Tanpa keistimewaan seperti halnya kota tetangga, Batang bisa menjadi Radiator Springs seperti di film animasi anak-anak Cars, kota yang terlewatkan dan dilupakan.
(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »