Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Karya Siswa’ Category

Cinta


Adalah sebuah jurang tua yang menghisap

Separuh nadiku untuk berdenyut

Tak terpahami tak terlacak oleh seorang diri

Karena…

Cinta datang tanpa tersangka

Sakit dari segala sakit

Bunga dari segala aroma

Keindahan dari segala rasa

Itulah cinta…

Sebuah kata suci bagi hati

Sebuah untaian jiwa yang tak tertelusuri

Hadir bagai seribu sembilu

Menggores siapa saja yang mengecupnya

Cinta..

Dialah badai yang menghembuskan segala benteng

Dialah bandang yang menghanyutkan segala rasa

Dia pula kekuatan yang menjelma sebagai

Kehalusan dalam jiwa.

 

YULIASIH

SMA ISLAM AHMAD YANI BATANG

Read Full Post »

Jiwa-Jiwa yang Kembali


Pagi yang cerah matahari tampak bersinar dengan indah. Warnanya yang keemasan terlihat begitu megah. Inilah hari yang penuh dengan barokah.

Ketika sebuah angkutan umum berhenti di seberang Alun-alun Batang, seorang anak perempuan turun dari angkutan tersebut dan berlari-lari keci menyeberangi jalan raya. Jilbab lebarnya berkibar ditiup angin. Ia tetap berjalan kemudian belok dan masuk ke sebuah gang.

“Zahra … tunggu Ra ..!” Tiba-tiba terdengar teriakan di belakangnya. Gadis yang bernama Zahra itu menoleh dan tersenyum melihat temannya tersengal-sengal setelah berlari.

“Olah raga ya?” candanya dengan senyum tetap tersungging di bibirnya.

(lebih…)

Read Full Post »

Aku Muhammad, Bukan Emek


Langit masih sendu. Dengan warna buram di wajahnya. Sebaliknya permukaan-permukaan bumi bertingkah riang. Membasahi diri dengan kristal-kristal air. Di atas permukaannya, seluruh makhluk mulai merangkak. Dan seakan-akan mereka menyambut kelahiran sang surya entah untuk yang ke berapa kalinya.

Di sebuah desa yang tenang. Desa yang masih bisa menjaga dirinya dari asap-asap hitam. Desa yang dibatasi oleh dua sungai sehingga hamparan sawah terbentang luas dengan pergantian dwi warna yang cepat. Desa Lawangaji begitulah namanya.

Seperti biasanya pada setiap pagi para petani di desa itu pergi ke sawah. Berduyun-duyun menyandang cangkul di pundaknya. Menghapus air mata rumput-rumput dengan ayunan kakinya. Tetapi tidak bagi pak Kasman. Langkah kakinya tidak menuju ke sawah melainkan di jalan desa yang beraspal dan terasa dingin. Derap-derap langkahnya begitu cepat sama sekali tak menghiraukan keadaan sekitarnya.

(lebih…)

Read Full Post »