Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Prosa’ Category

Pulanglah Sri


Bagi Sri, kebahagiaan Emak adalah segalanya. Setelah ditinggal mati Bapak pada saat usianya sepuluh tahun, Sri tahu bahwa dirinyalah harapan pertama bagi Emak untuk mereguk sedikit kenikmatan hidup dalam sisa-sisa umurnya. Adik laki-lakinya masih terlalu kecil untuk dijadikan sandaran hidup keluarga mereka. Makanya Sri tidak membantah ketika Emak melarangnya melanjutkan sekolah ke SMP yang ada di desa tetangga. Bukannya Emak tidak ingin melihat Sri bisa bersekolah setinggi-tingginya tapi sudah tidak ada lagi yang tersisa yang bisa dijual untuk membiayai sekolah Sri dan adiknya termasuk sepetak sawah peninggalan suaminya pun sudah ikut terjual. (lebih…)

Read Full Post »

Pertemuan


“Jeng Wid, di luar banyak orang yang tidak dikenal lho!” kata Bu Sri “Kelihatannya maksud mereka tidak baik. Saya khawatir, Jeng!”. Orang yang dipanggil Jeng Wid itu tidak bereaksi apa-apa. Dia hanya melirik jam tangannya. “Masih ada waktu satu jam untuk siap-siap” pikirnya dalam hatinya. “Bu Sri, tolong hubungi lagi Komnas Perempuan” perintahnya. “Pastikan siapa yang bisa hadir di sini.” Yang diperintah, segera mengambil ponselnya. Tidak lama kemudian, “Dari Komnas nanti yang hadir Mbak Ruth. Sekarang masih dalam perjalanan ke sini.” terang Bu Sri menyampaikan laporan. Jeng Wid kemudian berlalu menuju pintu depan gedung pertemuan yang tidak terlalu besar itu. (lebih…)

Read Full Post »

« Newer Posts