Feeds:
Pos
Komentar

Memasuki tahun kedua masa pemerintahan Wihaji – Suyono, Pemkab Batang terus berupaya menggenjot program pembangunan di berbagai sektor. Salah satu sektor yang nampaknya menjadi prioritas adalah sektor pariwisata. Pilihan ini sebenarnya sangat masuk akal mengingat Batang memiliki banyak potensi destinasi wisata terutama wisata alam karena wilayah Batang meliputi dataran rendah dengan garis pantai membentang dari ujung Barat hingga ujung Timur serta dataran tinggi dengan perbukitan dan kawasan hutan yang menyimpan keindahan yang belum banyak tergali.

Lanjut Baca »


Eits, jangan terkecoh dengan judul. Baca dulu sampai kata terakhir statusku ini. Tenang saja, aku tidak akan mengatakan Batang Bubar 2030. Enggaklah. Right or Wrong, It’s My City.
Tapi mari kita sedikit berandai-andai dengan menggunakan mesin waktu untuk melihat Batang beberapa tahun ke depan.
Katakanlah satu tahun lagi tol Batang – Semarang sudah beroperasi. Tidak lama kemudian, PLTU Batang juga mulai beroperasi. Apa dampak bagi Batang dan masyarakatnya?
Jalan tol akan menggeser denyut nadi perekonomian Pantura dengan ratusan warung, rumah makan, dan lahan penghidupan masyarakat Batang lainnya.
Tanpa keistimewaan seperti halnya kota tetangga, Batang bisa menjadi Radiator Springs seperti di film animasi anak-anak Cars, kota yang terlewatkan dan dilupakan.
Lanjut Baca »

Quo Vadis UPKP2 Batang


Unit Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (UPKP2) Kabupaten Batang dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati No. 90 Tahun 2012. Tahun ini, UPKP2 telah berusia lima tahun sejak pertama kali dilantik pada Februari 2013 oleh Bupati Batang waktu itu, Yoyok Riyo Sudibyo.

Keberadaan UPKP2 selama ini secara terpadu telah melayani penanganan pengaduan mengenai pelayanan publik supaya dapat terselesaikan dengan cepat dan tuntas. Lembaga ini sekaligus sebagai sarana partisipasi bagi masyarakat untuk mengawasi pelayanan publik di Kabupaten Batang. UPKP2 adalah wujud sinergitas antara birokrasi penyelenggara pelayanan dengan elemen masyarakat sipil dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemkab Batang.

Lanjut Baca »

Megono


Kemarin ada yang bertanya padaku, pernahkah menulis tentang megono? Aku jawab, belum pernah menulisnya namun menikmatinya hampir setiap hari. Baiklah, mumpung senggang, bolehlah kutulis sedikit tentang megono kali ini.
Aku tidak mau terjebak pada perdebatan apakah megono adalah kuliner khas mBatang atau Pekalongan. Yang jelas dan pasti, sejak aku kecil, megono sudah menjadi menu wajib sarapanku setiap hari. Artinya, megono sudah menjadi bagian kehidupanku dan mungkin juga orang mBatang lainnya sejak dulu.
Terbuat dari buah nangka muda (jawa: cecek) yang dirajang kecil-kecil kemudian dikukus lalu dibumbui dengan berbagai rempah dan diurap dengan parutan kelapa. Setahuku, yang membedakan megono mBatang dan Pekalongan adalah penambahan kecombrang pada megono Pekalongan.
Selain megono cecek (nangka), dikenal pula megono bung (rebung/bambu muda). Biasanya, megono bung hanya dibuat ketika tidak sedang musim buah nangka. Megono bung juga tidak kalah enak dibandingkan megono cecek.
Megono adalah menu rakyat yang menjadi khazanah kuliner nusantara yang harus kita jaga. So, #savemegono dengan tetap menjadikannya menu wajib sarapan kita setiap pagi.
Lanjut Baca »


Teks anekdot termasuk materi baru dalam Kurtilas jenjang SMA/SMK. Materi ini sangat menarik bagi siswa karena mereka senang dengan cerita-cerita lucu.

Guru harus mampu mengarahkan ketertarikan siswa tersebut agar materi anekdot dapat lebih bermakna dalam kehidupan mereka.

Saya lampirkan media pembelajaran untuk materi Teks Anekdot (KD 3.5-4.5 Kelas X SMA/SMK).

Silahkan diunduh. Semoga bermanfaat.

Teks Anekdot


Berikut ini saya lampirkan media pembelajaran dalam bentuk slide powerpoint untuk materi pembelajaran : Teks Eksposisi (Kelas X KD. 3.3 – 4.3 dan KD 3.4 – 4.4.).

Silahkan diunduh. Semoga bermanfaat.

Teks Eksposisi


Majalah adalah sebuah media penerbitan yang terbit secara berkala (dwimingguan/bulanan) yang biasanya membahas satu tema tertentu (majalah wanita, majalah berita, majalah kesehatan, dll)

Sebelum kita menerbitkan sebuah media penerbitan – apapun bentuknya – kita harus menentukan terlebih dahulu beberapa hal berikut ini:

  1. Tujuan (Visi dan Misi)

Untuk apa kita menerbitkan media tersebut? Untuk informasi? Hiburan? Uang?

  1. Sumber daya yang kita miliki

Berapa jumlah tenaga yang kita miliki? Sumber dana? Sumber referensi?

  1. Bentuk media

Kita bisa memilih beberapa bentuk media penerbitan sederhana seperti mading,   newsletter, atau buletin. Lanjut Baca »