Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Batang’

Foto : Kliwonan


Kliwonan adalah sebuah tradisi pasar rakyat khas Kabupaten Batang. Kliwonan diselenggarakan setiap hari Kamis Wage malam Jumat Kliwon (dalam kalender Jawa jatuh setiap 35 hari sekali – selapan). Tradisi Kliwonan dipercaya sebagai tradisi tolak bala bagi masyarakat Kabupaten Batang.Kliwonan

Iklan

Read Full Post »


ANALISIS KRITIS
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
KABUPATEN BATANG
TAHUN ANGGARAN 2012

Pergantian tampuk kepemimpinan daerah di Kabupaten Batang telah berlangsung pada 13 Februari 2012 yang lalu. Di bawah kepemimpinan Yoyok Riyo Sudibyo sebagai bupati dan Soetadi sebagai wakil bupati, genderang perubahan telah ditabuh. Dengan visi “Batang harus berubah, ekonomi bangkit dan birokrasi bersih”, berbagai gebrakan telah dilakukan oleh Yoyok pada masa 100 hari kepemimpinannya.

Harus diakui, ada secercah harapan baru di pundak kedua pemimpin tersebut meskipun tentu saja masih terlalu dini untuk menilai berhasil atau tidaknya gebrakan yang mereka lakukan. Bahkan, tidak sedikit pula yang menyangsikan gebrakan yang dilakukan hanyalah pencitraan belaka.

Untuk menilai keberpihakan pemerintahan baru ini terhadap rakyat dan mengukur konsistensi mereka terhadap visi dan misi yang telah mereka canangkan sendiri sejak mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati, dapat dilihat dari angka-angka yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Walaupun kita mengetahui dan menyadari bahwa APBD Batang Tahun 2012 telah diputuskan dan merupakan “warisan” dari pemerintahan sebelumnya, kita memandang bahwa tetaplah penting untuk menganalisis secara kritis isi dokumen APBD Batang Tahun 2012 sebagai bahan pijakan untuk menilai keberpihakan dan konsistensi pemerintahan saat ini di masa-masa yang akan datang.

(lebih…)

Read Full Post »


Kekhawatiran sejumlah kalangan – mulai dari Wakil Bupati Batang, Drs. Achfa Mahfudz hingga aktivis lingkungan hidup – atas dampak negatif pembangunan PLTU Batang sebagaimana dilansir oleh harian ini (SM, 13/8) patut menjadi bahan renungan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) proyek PLTU tersebut.

Kekhawatiran mereka cukup beralasan mengingat PLTU yang akan dibangun di Batang ini diklaim akan menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara dengan kapasitas produksi listrik sebesar 2 x 1000 megawatt. Sementara, PLTU di daerah lain dengan kapasitas yang lebih kecil saja telah menimbulkan keresahan bagi warga sekitarnya.

(lebih…)

Read Full Post »


Jauh sebelum dikenal bahasa gaul ala Debby Sahertian di awal tahun 2000-an atau bahasa Alay sekarang ini, masyarakat Batang sudah memiliki bahasa pergaulan yang digunakan oleh kalangan anak muda di Batang sejak dulu. Bahasa gaul tersebut dikenal dengan nama bahasa Sinjab.

Sinjab dalam khazanah ilmu linguistik bisa digolongkan sebagai ragam bahasa prokem yaitu sejenis bahasa sandi yang digunakan oleh kalangan tertentu, khususnya anak muda. Kosakata bahasa Sinjab sendiri diambil dari kosakata bahasa Jawa yang digunakan oleh masyarakat Batang.

Tidak ada yang mengetahui secara persis asal-mula perkembangan bahasa Sinjab di Batang. Ada yang mengatakan bahwa pada awalnya Sinjaban digunakan sebagai sarana komunikasi rahasia di antara para pejuang sewaktu perang kemerdekaan untuk mengelabui tentara penjajah. (lebih…)

Read Full Post »


Tahun ini, tepatnya 8 April nanti, Kabupaten Batang genap berusia 44 tahun. Usia itu dihitung dari tanggal 8 April 1966 sebagai tanggal resmi pembentukan Kabupaten Batang setelah ‘lepas’ dari Kabupaten Pekalongan. Pertanyaannya sekarang adalah apakah sejarah Batang memang sependek usianya yang (baru) 44 tahun itu?

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk ‘menggugat’ HUT Batang tersebut karena tentu sudah melewati serangkaian riset mendalam. Tulisan ini sebaiknya dimaknai sebagai upaya menyajikan perspektif lain bagi masyarakat Batang untuk menengok kembali sejarah kotanya yang ternyata tidak sependek usianya yang 44 tahun tersebut.

(lebih…)

Read Full Post »


Kekecewaan warga Batang terhadap proses Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) yang diselenggarakan oleh Pemkab Batang mencuat belakangan ini. Bahkan tidak hanya masyarakat awam yang merasa kecewa dengan penyelenggaraan Musrenbang, para kades (kepala desa) pun turut mengungkapkan hal yang serupa (SM, 8/3).

Warga dan para kades menduga bahwa Musrenbang yang mereka ikuti hanya dimanfaatkan oleh sekelompok orang demi kepentingan pribadinya. Ada kecurigaan pula bahwa Musrenbang menjadi ajang politik transaksional antara pihak legislatif dan eksekutif. Padahal, Musrenbang digagas untuk menjadi proses perencanaan partisipatif yang diharapkan dapat menjaring usulan/aspirasi warga dari bawah (bottom up).

(lebih…)

Read Full Post »


Letak Kabupaten Batang yang berada di pertengahan ruas jalan yang menghubungkan Jakarta – Surabaya menjadikannya tempat yang tepat untuk beristirahat bagi para musafir. Jika Anda melewati Kota Batang, sempatkanlah untuk mampir sejenak di Masjid Agung Darul Muttaqin Batang untuk melaksanakan ibadah shalat sambil beristirahat.

Masjid Agung Darul Muttaqin Batang terletak persis di jantung Kota Batang tepatnya di sebelah barat alun-alun Batang. Posisi strategis ini menyebabkannya selalu ramai dikunjungi oleh para jamaah baik yang berasal dari sekitar Kota Batang maupun juga para musafir luar kota.

Dari kejauhan, orang akan langsung bisa mengenali bangunan Masjid Agung Darul Muttaqin Batang yang memang khas. Merupakan perpaduan antara bangunan berarsitektur modern di bagian serambi dan bangunan asli di bagian utama masjid ditambah dengan menara yang menjulang setinggi 29 meter di halaman depan menjadikannya bangunan yang megah nan anggun dipandang. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »