Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘crossdressing’


Pendahuluan

Dunia imajinatif yang pengarang ciptakan dalam karyanya memiliki hubungan yang saling berkelindan dengan berbagai peristiwa faktual yang terjadi dalam dunia nyata baik yang dialami sendiri oleh pengarang maupun hasil pengamatan pengarang terhadap lingkungan di sekitarnya. Oleh sebab itu, mengkaji proses kreatif seorang pengarang dalam menciptakan sebuah karya akan sangat membantu kita memahami isi dan pesan yang ingin disampaikan pengarang dalam karya tersebut.

(lebih…)

Read Full Post »


Pendahuluan

 

Sastra sebagai salah satu bidang keilmuan – seperti halnya bidang keilmuan yang lain – memiliki kemungkinan untuk berkolaborasi membentuk cabang keilmuan baru sebagai sebuah kajian interdisipliner. Salah satu kajian interdisipliner yang menggabungkan sastra dengan ilmu lain adalah psikologi sastra.

Psikologi sastra sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Meskipun banyak ahli yang memperdebatkan waktu kelahiran psikologi sastra sebagai sebuah ilmu, namun pada umumnya para ahli tersebut bersepakat bahwa kemunculan psikologi sastra dimulai pada saat Sigmund Freud (1886-1939) sebagai dokter banyak membaca sastra sehingga muncul istilah psikologi sastra (Endraswara, 2008:1-2).

Wellek & Warren (2014) dalam buku Teori Kesusastraan mendedahkan empat kemungkinan pengertian psikologi sastra. Pertama, studi psikologi pengarang sebagai tipe atau sebagai pribadi. Kedua, studi proses kreatif. Ketiga, studi tipe dan hukum-hukum psikologi yang diterapkan pada karya sastra. Dan keempat, mempelajari dampak sastra pada pembaca. Pengertian yang paling berkaitan dengan bidang sastra adalah pengertian yang ketiga.

Pengertian yang hampir senada dikemukakan Daiches dalam Endraswara (2008: 65) yang membedakan penelitian psikologi sastra menjadi tiga cabang, yaitu (a) melalui analisis dunia kepengarangan, (b) melalui analisis tokoh-tokoh dan penokohan, dan (c) penelitian yang berkaitan dengan citra arketipe.

(lebih…)

Read Full Post »